Monday, April 27, 2020

PENGOBATAN ALTERNATIVE

PENGOBATAN ALTERNATIVE
Tak hanya sekali dua kali Indonesia dibuat gempar dengan pengobatan alternatif yang peminatnya sampai rela mengantre berhari-hari. Meski demikian, perlu diingat bahwa pengobatan alternatif bukan pengganti pengobatan medis. Belum lagi jika pengobatan alternatif masih belum teruji secara ilmiah.
Tentu setiap individu ingin tahu seberapa aman praktik atau produk kesehatan tertentu sebelum menggunakannya. Tentu parameter “aman” ini hanya bisa disematkan setelah ada uji ilmiah tertentu.
Kerap kali, pengobatan alternatif yang viral tidak jelas asal-usulnya dari mana. Orang banyak mendengar dari mulut ke mulut, dari testimoni orang lain, dan budaya masyarakat Indonesia seringkali percaya dan meletakkan urusan keamanan di nomor sekian.

Pengobatan alternatif, aman atau tidak?

Untuk menarik batasan yang tegas antara pengobatan alternatif aman dan tidak, Anda perlu tahu risiko dan manfaatnya. Beberapa pengobatan alternatif yang cukup populer di antaranya:

1. Akupuntur

Teknik pengobatan tradisional dari Tiongkok ini menggunakan jarum untuk menstimulasi titik-titik spesifik pada tubuh. Akupuntur bertujuan untuk membantu proses penyembuhan alami dalam tubuh. Menurut studi, akupuntur dapat mengatasi masalah seperti sakit punggung, mual, cemas berlebih, depresi, insomnia, dan banyak lagi. Saat ini akupuntur sudah menjadi salah satu cabang ilmu spesialis di kedokteran.

2. Yoga dan meditasi

Teknik meditasi dalam yoga juga dapat disebut sebagai pengobatan alternatif yang aman karena tidak memasukkan zat apapun ke dalam tubuh. Yoga membantu seseorang mendengarkan tubuhnya lebih baik sehingga tahu apa yang dibutuhkan tubuh.

3. Chiropractic

Praktik chiropractic fokus pada struktur tubuh, terutama fungsi tulang belakang. Pakar chiropractic akan menggunakan beragam teknik untuk menyesuaikan tulang belakang atau bagian tubuh lainnya ke postur ideal. Selain masalah tulang belakang, chiropractic juga efektif mengatasi sakit kepala  hingga nyeri di leher.
Banyak orang memilih obat herbal untuk atasi penyakit

4. Obat herbal

Ada banyak pengobatan alternatif yang memberikanobat-obatan herbal. Menurut World Health Organization, setidaknya 80 persen penduduk dunia menggunakan obat-obatan herbal untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Meski demikian, suplemen herbal perlu dibuktikan apakah benar-benar aman dan efektif sebelum dikonsumsi.

5. Ayurveda

Salah satu metode kesehatan tertua di dunia adalah Ayurveda yang berasal dari India. Sejak ribuan tahun lalu, pengobatan Ayurveda mengacu pada diet spesial, obat herbal, hingga praktik yang unik. Meski demikian, belum ada uji klinis untuk membuktikan efektivitas Ayurveda.

Jangan mudah percaya pengobatan alternatif

Ada banyak alasan mengapa pengobatan alternatif sebaiknya tidak serta-merta dipercaya. Apabila ada pengobatan alternatif yang menjanjikan hasil instan dan terlalu mudah, sebaiknya cari tahu lebih jauh.
Beberapa klaim yang dijual pengobatan alternatif namun perlu dipertanyakan kebenarannya adalah:

Janji kesembuhan

Biasanya diikuti dengan kata-kata seperti obat ajaib, terobosan sains, kandungan rahasia, atau ramuan nenek moyang.

Menyembuhkan segalanya

Skeptislah pada pengobatan alternatif yang mengklaim bisa menyembuhkan segala penyakit sekaligus. Tentunya, mustahil satu produk saja bisa menjadi obat untuk berbagai keluhan kesehatan.

Testimoni

Terkadang, orang mudah percaya pada pengobatan alternatif karena sudah mendengar langsung testimoni dari pengguna sebelumnya. Namun ingat, testimoni tidak sama dengan uji ilmiah. Bisa saja apa yang dialami seseorang hingga merasa sembuh setelah menjalani pengobatan alternatif tertentu tidak terjadi karena faktor itu saja. Jangan lupa juga ada efek samping atau gagal pengobatan yang tidak diceritakan.

Harus berebut untuk mendapatkannya

Jangan terlalu percaya klaim yang mengharuskan seseorang untuk berebut atau mengantre berhari-hari untuk mendapatkan pengobatan alternatif tertentu. Bisa saja itu merupakan teknik marketing untuk membuat seseorang terburu-buru membeli sesuatu sebelum mencari tahu lebih jauh.

Natural belum tentu aman

Kini ada banyak label natural yang disematkan pada berbagai produk pengobatan alternatif. Namun ingat, natural belum tentu aman. Produk-produk pengobatan herbal atau vitamin dan mineral tertentu bisa saja menimbulkan efek samping tertentu bagi tubuh seseorang apabila dikonsumsi dalam dosis tertentu.
Untuk itu, sebelum percaya dengan klaim dari pengobatan alternatif tertentu, coba cari tahu lebih jauh siapa yang menggagasnya. Apa latar belakang pendidikan dan spesialisasinya hingga bisa membuat pengobatan alternatif tertentu yang diklaim lebih ampuh ketimbang pengobatan medis.
Apabila Anda sebelumnya telah mengonsumsi pengobatan medis, cari tahu juga apakah ada kemungkinan terjadi komplikasi atau reaksi negatif apabila kedua metode pengobatan berbeda ini dikonsumsi bersamaan.
Pengobatan alternatif ada sebagai panduan – bukan pengganti – pengobatan medis konvensional. Mempercayakan pengobatan kepada ahlinya sesuai dengan spesialisasi mereka bisa jadi adalah pilihan yang paling bijak untuk mengatasi penyakit Anda.

Monday, March 16, 2020

Obat untuk Corona Covid-19


Obat untuk Corona Covid-19, Tunggu Uji Medisnya!Peneliti Australia Temukan 


Peneliti di Australia menemukan dua jenis obat untuk memerangi virus corona Covid-19, tetapi uji medisnya masih akhir Maret 2020.
Wabah virus corona Covid-19 yang meningkat secara global telah dinyatakan sebagai pandemi. Sejumlah peneliti pun masih berusaha menemukan vaksin dan obat untuk mengatasi virus corona Covid-19.
Para peneliti di Pusat Penelitian Klinis Universitas Queensland pun telah menemukan dua obat yang diharapkan bisa memerangi virus corona Covid-19.
Profesor David Paterson berharap pasien yang terdaftar bisa mencoba obat temuan tim penelitiannya pada akhir Maret 2020. Ia berharap obat ini bisa membantu mengatasi corona Covid-19 yang sudah menjadi malapetaka.
"Ini pengobatan berpotensi efektif yang harus dipertimbangkan untuk uji coba medis skala besar. Saat ini kita ingin melakukan uji klinis di seluruh Australia dengan 50 rumah sakit," kata David Paterson dikutip dari Daily Star.
Uji coba medis yang dilakukan oleh David dan tim penelitinya bertujuan membandingkan satu jenis obat dengan obat lainnya dan kombinasi antara kedua obat dalam memerangi corona Covid-19.

Ilustrasi obat. (Sumber: google)
Menurut laporan, adapun dua obat yang ditemukan oleh tim peneliti David, yakni obat untuk menekan HUV dan obat untuk anti-malaria.
Profesor David Paterson menggambarkan dua jenis obat ini sebagai pengobatan dan penyembuhan potensial. David Paterson juga mengatakan satu pasien yang diidentifikasi sebagai pembawa.
"Gelombang pertama pasien China yang kami alami di Australia, mereka semua melakukannya sangat baik ketika menjalani perawatan dengan obat HIV," katanya.
Karena itu, harapannya dua obat temuannya itu bisa mengatasi virus corona Covid-19. Sehingga uji medis obat ini bisa dilakukan lebih luas sampai akhirnya didistribusikan.
Saat ini tercatat 350 warga Australia dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19 sejak Januari 2020. Secara global, ada lebih dari 169 ribu kasus positif dan 6.500 kematian akibat corona Covid-19.
Sedangkan di Inggris, ada lebih dari 1.300 kasus positif dan 35 kematian akibat virus corona Covid-19. Sehingga jutaan orang di Inggris sekarang disarankan tinggal di rumah dan harus mengisolasi diri jika demam dan batuk terus-menerus.
Selain itu, para pekerja di wilayah tersebut pun diminta bekerja dari rumah dan menangguhkan sebagian besar transportasi umum.
Langkah tersebut merupakan upaya dalam mendukung program pemerintah untuk menekan penularan dan penyebaran virus corona Covid-19.

Sunday, March 15, 2020

Flu Singapura Pada Anak Anak


Flu Singapura


Flu Singapura, adalah infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit yang umumnya menyerang anak-anak ini bisa juga terjadi pada orang dewasa. Penderita flu Singapura biasanya mengalami bintil-bintil berair dan sariawan di dalam mulut, tangan, dan kaki. Terkadang luka-luka tersebut juga muncul di siku, bokong, lutut, dan lipatan paha.
Flu Singapura dikenal juga sebagai Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (Hand-Foot-and-Mouth Disease). Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kelompok virus bernama enterovirus.
Gejala Flu Singapura
Masa inkubasi virus flu Singapura berlangsung selama 3-6 hari sebelum memunculkan gejala yang berupa:
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hilang nafsu makan.
  • Muncul sariawan yang terasa nyeri di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.
  • Ruam merah yang terkadang melepuh dan berisi cairan pada telapak tangan, telapak kaki, dan bokong.
  • Bayi dan anak balita akan rewel.
  • Nyeri perut.
  • Batuk.
Umumnya, penyakit flu Singapura diawali dengan munculnya demam. Setelah itu, sekitar satu atau dua hari, akan muncul sariawan atau luka di sekitar gusi, lidah, dan pipi bagian dalam. Kondisi inilah yang bisa membuat penderita flu Singapura kesakitan saat minum, makan, atau menelan. Satu sampai dua hari setelahnya, ruam muncul di telapak tangan dan kaki, serta terkadang pada bokong.
Penyebab Flu Singapura
Virus-virus dari keluarga enterovirus dapat menjadi penyebab flu Singapura. Salah satunya yang paling sering adalah coxsackievirus A16. Virus tersebut hidup dalam cairan hidung dan tenggorokan, air ludah, tinja, serta cairan pada ruam kulit, dan sangat mudah ditularkan ke orang lain malalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau barang yang terkontaminasi oleh cairan tubuh penderita.
Beberapa contoh cara penularan dari penyakit flu Singapura, adalah:
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja penderita.
  • Tidak sengaja menghirup percikan air ludah, cairan hidung atau tenggorakan penderita.
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata dan hidung, atau memasukan jari ke dalam mulut.
Diagnosis Flu Singapura
Flu Singapura dapat terdiagnosis melalui gejala yang dialami oleh penderita, serta tidak memerlukan pemeriksaan khusus. Terkadang dapat dilakukan pemeriksaan darah, feses, atau swab tenggorokan untuk memastikan. Terdapat beberapa hal yang bisa membedakan gejala flu Singapura dengan penyakit lainnya, yaitu:
  • Pola dari gejala yang terjadi. Urutan terjadinya gejala-gejala bisa menentukan apakah seseorang menderita flu Singapura atau bukan. Gejala flu Singapura biasanya dimulai dengan demam, kemudian diikuti munculnya sariawan dalam mulut, lalu muncul ruam pada tangan dan kaki.
  • Usia pasien. Flu Singapura umumnya terjadi pada anak berusia di bawah 10 tahun.
  • Penampakan luka dan ruam. Luka pada mulut tampak seperti sariawan berwarna kuning keabuan dengan tepi kemerahan dan terasa sakit, dan ruam pada kaki serta tangan tampak kemerahan dan dapat berisi cairan atau melepuh.
Pengobatan Flu Singapura
Umumnya, flu Singapura tidak membutuhkan pengobatan. Kondisi ini kerap pulih dengan sendirinya setelah 7-10 hari. Flu Singapura disebabkan oleh virus, jadi penderita tidak perlu mengonsumsi antibiotik, dan tidak ada antivirus yang spesifik untuk mengatasi virus penyebabnya.
Orang tua dapat melakukan perawatan mandiri untuk membantu meredakan gejala apabila anak menderita flu Singapura, seperti:
  • Memberikan paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan rasa nyeri atau demam.
  • Memastikan anak beristirahat secara cukup dan mengonsumsi banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.
  • Tidak memberikan makanan atau minuman asam dan pedas, karena bisa membuat luka di mulut dan akan terasa lebih perih.
  • Memberikan makanan lunak atau sup, mengingat gejala flu Singapura dapat menyebabkan sulit menelan.
  • Mengoleskan krim antigatal pada ruam.
  • Memberikan air minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
Pencegahan Flu Singapura
Pada 7 hari pertama, penderita flu Singapura dapat dengan mudah menularkan virus ke orang lain. Setelah gejala mereda, virus masih dapat bertahan dalam tubuh penderita selama beberapa hari sampai beberapa minggu, dan dapat menyebar melalui ludah atau tinja. Untuk mengurangi risiko penyebaran flu Singapura, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:
  • Mengistirahatkan anak di rumah dan tidak menyuruhnya bersekolah sementara waktu hingga kondisinya benar-benar pulih.
  • Membersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus (misalnya pakaian, seprei, meja, peralatan makan) dengan menggunakan air dan sabun.
  • Membiasakan diri untuk mencuci tangan sampai bersih, khususnya setelah BAB, mengganti popok anak, menyiapkan makanan, atau sebelum makan.
  • Mengajari anak cara menjaga kebersihan anggota tubuhnya sendiri. Hal ini penting dilakukan karena anak-anak di bawah usia 10 tahun rawan tertular flu Singapura.
  • Mengajari anak untuk tidak berbagi peralatan makan atau minum.
  • Tidak mencium anak yang sedang menderita flu Singapura agar Anda sendiri tidak tertular.
Komplikasi Flu Singapura
Ada beberapa komplikasi yang dapat timbul akibat flu Singapura, meskipun jarang terjadi. Di antaranya adalah:
  • Dehidrasi. Luka yang muncul pada rongga mulut dan tenggorokan bisa mempersulit penderita untuk makan maupun minum. Hal ini dapat memicu terjadinya dehidrasi.
  • Meningitis virus. Virus penyebab flu Singapura bisa mengakibatkan meningitis jika virus tersebut masuk ke selaput dan cairan otak. Meningitis virus adalah infeksi virus pada selaput yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang.
  • Ensefalitis. Ini adalah komplikasi paling serius dan sangat jarang terjadi dari flu Singapura. Ensefalitis adalah peradangan pada jaringan otak.



Obat Herbal Flu Singapura


Apa Obat Herbal Flu Singapura Terbaik?



Adakah Anda mengenal penyakit flu Singapura? Taukah Anda bagaimana mengatasinya atau cara tradisional menanganinya dengan obat herbal flu Singapura? Tahukah Anda bagaimana penyakit ini menyerang pasien?
Banyak ketidak tahuan di kalangan masyarakat awam soal masalah penyakit flu Singapura sehingga kebanyakan orang yang terserang flu unik ini bahkan tak menyadari bahwa mereka sudah terserang penyakit ini.
Masalahnya gejalanya sendiri memang unik, ketika pada umumnya flu menyerang selaput lendir seperti area tenggorokan, pernafasan, hidung hingga telinga dan mata, maka flu satu ini malah menyerang area kulit. Karena justru tanda utama dari serangan flu Singapura adalah tanda bintik-bintik merah yang menyerupai luka melepuh kecil-kecil di area tangan, kaki kadang juga diwajah hingga area mulut.
Luka ini disertai oleh rasa gatal perih yang justru akan semakin parah bila tergaruk. Pasalnya luka ini mengandung air dan justru air inilah yang mengandung virus RNA penyebab flu Singapura. Ketika luka pecah dan virus terpapar kulit, maka luka akan menyebar pada sisi kulit lain yang awalnya tidak terpapar. Itu sebabnya sangat penting untuk Anda berhati-hati ketika serangan flu Singapura ini muncul.
Itu sebabnya kadang kala orang justru salah mengira luka-luka kecil pada kulit ini sebagai gejala penyakit kulit. Dan kadang justru melakukan kesalahan penanganan yang bisa jadi memicu kondisi menjadi semakin berat.
Apa Sebenarnya Flu Singapura Itu?
Flu Singapura pada dasarnya adalah flu yang menyerang kekebalan tubuh dan dilakukan oleh virus RNA dari jenis Reterovirus. Virus ini pertama kali ditemukan di Singapura dan itu pula sebabnya kemudian flu ini dinamakan Singapura. Dalam bahasa medis Internasional flu ini dinamakan HMFD atau Hand Mouth And Foot Desease. Penamaan ini berdasar pusat serangan yang terfokus pada luka pada kaki, tangan dan mulut.
Bila kebanyakan virus flu menyerang area pernafasan dan area lendir, maka serangan dari virus ini cenderung lebih muncul pada kulit. Kadang gejala pada kulit akan muncul pertama kali dari gejala demam dan tanda-tanda flu lain.
Proses penularannya cukup mudah, tetapi kebanyakan penularan berawal dari interaksi langsung kulit dengan media yang sudah terpapar virus RNA. Bisa melalui proses sentuhan kulit dengan pengidap flu Singapura atau tersentuh benda yang sudah terkontaminasi flu Singapura. Beberapa pakar juga berkeyakinan flu Singapura kadang bertempat pada pasir atau tanah dimana kotoran binatang kadang tercampur di dalamnya.
Karena flu ini juga disertai tanda peningkatan jumlah lendir pada hidung sehingga pasien akan mengalami pilek-pilek dan bersin, kadang penularan bisa muncul dari udara yang terpapar virus. Minum dan makan bercampur dengan pengidap flu Singapura juga bisa menyebabkan penularan, karena gejala lain dari penyakit ini adalah munculnya sariawan berat dan peradangan di area tenggorokan depan.
Biasanya penyakit ini menyerang anak-anak karena pada usia ini mereka cenderung tertarik bermain yang kotor dan di sisi lain juga kerap tidak dalam kekebalan tubuh yang sempurna. Dan biasanya serangan flu Singapura pada anak cenderung lebih lama sembuh, karena sulit sekali mengendalikan anak untuk tidak menggaruk rasa gatal pada luka.

Atasi Sampai Tuntas dengan
Obat Herbal Flu Singapura
Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, sebenarnya tak mudah menghilangkan begitu saja penyakit ini dari tubuh. Dalam kondisi normal imunitas tubuh sendiri yang akan melawan secara alami serangan virus. Dan itu sebabnya penting bagi pasien untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya secara alami.
Biasanya ketika tubuh sudah mampu melawan virus, akan terbentuk kekebalan tubuh mandiri terhadap virus bersangkutan. Dan bilapun terjadi serangan kedua dan ketiga tak akan separah yang pertama, bahkan kadang lebih cepat sembuh.
Dokter biasanya akan membantu dengan asupan anti inflamasi, antibiotik dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Selain itu dokter juga akan menambahkan jenis obat anti alergi supaya dapat meredakan efek gatal dari luka.
Selain cara medis ini, ada cara alami untuk membantu Anda mengatasi flu Singapura dengan obat herbal Flu Singapura yang secara natural akan mengatasi serangan flu dengan membangun imunitas secara alami secara lebih cepat. Juga membantu meningkatkan kecepatan pemulihan dengan anti inflamasi yang mampu bekerja secara aktif.
Dan salah satu jenis herbal yang direkomendasikan di sini sebagai obat herbal flu Singapura adalah Noni juice. Dalam Noni juice pada dasarnya sudah terdapat senyawa unik hipokelemestik yang teruji mampu membangun imunitas menjadi berkali lebih aktif sehingga meningkatkan kemampuan melawan virus, termasuk virus RNA.
Juga terdapat kandungan scolopetin tinggi yang mampu menjadi senyawa anti inflamasi yang aktif melawan peradangan dan infeksi. Sehingga efektif membantu menyembuhkan luka, mengatasi sariawan dan membantu mengatasi infeksi pada tenggorokan karena serangan virus ini.
Dalam Noni juice juga terdapat sifat unik untuk melawan alergi sehingga menekan efek luka seminimal mungkin supaya tidak menjadi peradangan yang berat. Berpadu dengan terpenes yang akan membantu luka pulih cepat dan meregenerasi sel yang rusak.
Fakta bahwa terdapat fungsi melawan aneka virus Flu dalam Noni juice sudah dikembangkan melalui berbagai penelitian termasuk penelitian yang dirintis oleh Anne Hirazumi dari Universitas Hawaii. Dalam penelitian ini juga terbukti bahwa Noni juice memiliki kemampuan meningkatkan daya tahan tubuh hingga 3 – 4 kali lebih baik.
Jadi kalau Anda ingin menemukan solusi alternatif sebagai obat herbal flu Singapura, salah satu pilihan terbaik adalah dengan mengandalkan Noni juice. Sebuah herbal alami asli Indonesia yang sudah terbukti klinis memiliki kekayaan khasiat.

Wednesday, March 11, 2020

Rahasia Kuat dan perkasa melayani pasangannya bagi para pria


Kuat dan perkasa melayani pasangannya bagi para pria tentu adalah hal yang diidam-idamkan. Banyak cara yang dilakukan biar pria perkasa saat bercinta dengan istri atau pasangannya. Salah satunya adalah mengkonsumsi ramuan khusus pria.

Nah, berikut ramuan tradisional yang dipercaya bisa meningkatkan vitalitas pria saat berhubungan intim. Ramuan pertama adalah ramuan yang berbahan bawang putih. Cara meraciknya begini.
Coba, sediakan bawang putih, madu dan telur. Untuk telur, kalau bisa adalah telur ayam kampung. Cara membuatnya gampang saja. Blender bawang putih. Setelah itu campur dengan kuning telur dan madu. Maka ramuan sudah siap diminum. Ya, setelah itu tinggal diminum. Insya Allah dengan ramuan ini, pria telah siap untuk memuaskan istri.

Ramuan kedua dengan menggunakan bahan jahe. Jahe sendiri dikenal mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Tak hanya itu, jahe pun sering dijadikan sebagai bahan utama dalam pembuatan jamu tradisional. Jahe bermanfaat untuk menghilangkan mual dan menghangatkan badan. Tapi jahe juga bisa menjaga vitalitas tubuh. Bahkan dipercaya berkhasiat membuat pria bisa perkasa saat berhubungan intim.

 Cara membuat ramuan khusus pria dari bahan jahe mudah saja. Sediakan jahe dan lempuyang. Jahe dan lempuyang dihaluskan, bersama dengan bahan lain yaitu ketumbar, temulawak dan madu. Kemudian semua bahan yang telah dihaluskan itu direbus dengan air 250 ml hingga matang. Ramuan siap dikonsumsi. Dan minumlah selagi hangat. Insya Allah, stamina bisa jauh lebih prima dari biasanya. Dan siap tempur.



Tuesday, March 10, 2020

Diabetes


Diabetes
Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.
Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.


Jenis-jenis Diabetes
Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun. Pemicu timbulnya keadaan autoimun ini masih belum diketahui dengan pasti. Dugaan paling kuat adalah disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan.
Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih sering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin). Sekitar 90-95% persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini.
Selain kedua jenis diabetes tersebut, terdapat jenis diabetes khusus pada ibu hamil yang dinamakan diabetes gestasional. Diabetes pada kehamilan disebabkan oleh perubahan hormon, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.

Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan pada diabetes tipe 2, banyak penderitanya yang tidak menyadari bahwa mereka telah menderita diabetes selama bertahun-tahun, karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:
  • Sering merasa haus.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Sering merasa sangat lapar.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Terdapat keton dalam urine. Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi.
  • Lemas.
  • Pandangan kabur.
  • Luka yang sulit sembuh.
  • Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.
Beberapa gejala juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang mengalami diabetes, antara lain:
  • Mulut kering.
  • Rasa terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki.
  • Gatal-gatal.
  • Disfungsi ereksi atau impotensi.
  • Mudah tersinggung.
  • Mengalami hipoglikemia reaktif, yaitu hipoglikemia yang terjadi beberapa jam setelah makan akibat produksi insulin yang berlebihan.
  • Munculnya bercak-bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan, (akantosis nigrikans) sebagai tanda terjadinya resistensi insulin.
Beberapa orang dapat mengalami kondisi prediabetes, yaitu kondisi ketika glukosa dalam darah di atas normal, namun tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes. Seseorang yang menderita prediabetes dapat menderita diabetes tipe 2 jika tidak ditangani dengan baik.

Faktor Risiko Diabetes

Seseorang akan lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 jika memiliki faktor-faktor risiko, seperti:
  • Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1.
  • Menderita infeksi virus.
  • Orang berkulit putih diduga lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 dibandingkan ras lain.
  • Bepergian ke daerah yang jauh dari khatulistiwa (ekuator).
  • Diabetes tipe 1 banyak terjadi pada usia 4-7 tahun dan 10-14 tahun, walaupun diabetes tipe 1 dapat muncul pada usia berapapun.
Sedangkan pada kasus diabetes tipe 2, seseorang akan lebih mudah mengalami kondisi ini jika memiliki faktor-faktor risiko, seperti:
  • Kelebihan berat badan.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2.
  • Kurang aktif. Aktivitas fisik membantu mengontrol berat badan, membakar glukosa sebagai energi, dan membuat sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Kurang aktif beraktivitas fisik menyebabkan seseorang lebih mudah terkena diabetes tipe 2.
  • Usia. Risiko terjadinya diabetes tipe 2 akan meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida abnormal. Seseorang yang memiliki kadar kolesterol baik atau HDL (high-density lipoportein) yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2.
Khusus pada wanita, ibu hamil yang menderita diabetes gestasional dapat lebih mudah mengalami diabetes tipe 2. Selain itu, wanita yang memiliki riwayat penyakit polycystic ovarian syndrome (PCOS) juga lebih mudah mengalami diabetes tipe 2.

Diagnosis Diabetes

Gejala diabetes biasanya berkembang secara bertahap, kecuali diabetes tipe 1 yang gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba. Dikarenakan diabetes seringkali tidak terdiagnosis pada awal kemunculannya, maka orang-orang yang berisiko terkena penyakit ini dianjurkan menjalani pemeriksaan rutin. Di antaranya adalah:
  • Orang yang berusia di atas 45 tahun.
  • Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional saat hamil.
  • Orang yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) di atas 25.
  • Orang yang sudah didiagnosis menderita prediabetes.
Tes gula darah merupakan pemeriksaan yang mutlak akan dilakukan untuk mendiagnosis diabetes tipe 1 atau tipe 2. Hasil pengukuran gula darah akan menunjukkan apakah seseorang menderita diabetes atau tidak. Dokter akan merekomendasikan pasien untuk menjalani tes gula darah pada waktu dan dengan metode tertentu. Metode tes gula darah yang dapat dijalani oleh pasien, antara lain:
  • Tes gula darah sewaktu. Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada jam tertentu secara acak. Tes ini tidak memerlukan pasien untuk berpuasa terlebih dahulu. Jika hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, pasien dapat didiagnosis menderita diabetes.
  • Tes gula darah puasa.  Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada saat pasien berpuasa. Pasien akan diminta berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam, kemudian menjalani pengambilan sampel darah untuk diukur kadar gula darahnya. Hasil tes gula darah puasa yang menunjukkan kadar gula darah kurang dari 100 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. Hasil tes gula darah puasa di antara 100-125 mg/dL menunjukkan pasien menderita prediabetes. Sedangkan hasil tes gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.
  • Tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan dengan meminta pasien untuk berpuasa selama semalam terlebih dahulu. Pasien kemudian akan menjalani pengukuran tes gula darah puasa. Setelah tes tersebut dilakukan, pasien akan diminta meminum larutan gula khusus. Kemudian sampel gula darah akan diambil kembali setelah 2 jam minum larutan gula. Hasil tes toleransi glukosa di bawah 140 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. Hasil tes tes toleransi glukosa dengan kadar gula antara 140-199 mg/dL menunjukkan kondisi prediabetes. Hasil tes toleransi glukosa dengan kadar gula 200 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.
  • Tes HbA1C (glycated haemoglobin test). Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien selama 2-3 bulan ke belakang. Tes ini akan mengukur kadar gula darah yang terikat pada hemoglobin, yaitu protein yang berfungsi membawa oksigen dalam darah. Dalam tes HbA1C, pasien tidak perlu menjalani puasa terlebih dahulu. Hasil tes HbA1C di bawah 5,7 % merupakan kondisi normal. Hasil tes HbA1C di antara 5,7-6,4% menunjukkan pasien mengalami kondisi prediabetes. Hasil tes HbA1C di atas 6,5% menunjukkan pasien menderita diabetes.
Hasil dari tes gula darah akan diperiksa oleh dokter dan diinformasikan kepada pasien. Jika pasien didiagnosis menderita diabetes, dokter akan merencanakan langkah-langkah pengobatan yang akan dijalani. Khusus bagi pasien yang dicurigai menderita diabetes tipe 1, dokter akan merekomendasikan tes autoantibodi untuk memastikan apakah pasien memiliki antibodi yang merusak jaringan tubuh, termasuk pankreas.

Pengobatan Diabetes

Pasien diabetes diharuskan untuk mengatur pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian, serta makanan rendah kalori dan lemak. Pasien diabetes dan keluarganya dapat berkonsultasi dengan dokter atau dokter gizi untuk mengatur pola makan sehari-hari.
Untuk membantu mengubah gula darah menjadi energi dan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, pasien diabetes dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, setidaknya 10-30 menit tiap hari. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter untuk memilih olahraga dan aktivitas fisik yang sesuai.
Pada diabetes tipe 1, pasien akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. Selain itu, beberapa pasien diabetes tipe 2 juga disarankan untuk menjalani terapi insulin untuk mengatur gula darah. Insulin tambahan tersebut akan diberikan melalui suntikan, bukan dalam bentuk obat minum. Dokter akan mengatur jenis dan dosis insulin yang digunakan, serta memberitahu cara menyuntiknya.
Pada kasus diabetes tipe 1 yang berat, dokter dapat merekomendasikan operasi pencangkokan (transplantasi) pankreas untuk mengganti pankreas yang mengalami kerusakan. Pasien diabetes tipe 1 yang berhasil menjalani operasi tersebut tidak lagi memerlukan terapi insulin, namun harus mengonsumsi obat imunosupresif secara rutin.
Pada pasien diabetes tipe 2, dokter akan meresepkan obat-obatan, salah satunya adalah metformin, obat minum yang berfungsi untuk menurunkan produksi glukosa dari hati. Selain itu, obat diabetes lain yang bekerja dengan cara menjaga kadar glukosa dalam darah agar tidak terlalu tinggi setelah pasien makan, juga dapat diberikan.
Pasien diabetes harus mengontrol gula darahnya secara disiplin melalui pola makan sehat agar gula darah tidak mengalami kenaikan hingga di atas normal. Selain mengontrol kadar glukosa, pasien dengan kondisi ini juga akan diaturkan jadwal untuk menjalani tes HbA1C guna memantau kadar gula darah selama 2-3 bulan terakhir.

Komplikasi Diabetes

Sejumlah komplikasi yang dapat muncul akibat diabetes tipe 1 dan 2 adalah:
  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Gagal ginjal kronis
  • Neuropati diabetik
  • Gangguan penglihatan
  • Depresi
  • Demensia
  • Gangguan pendengaran
  • Luka dan infeksi pada kaki yang sulit sembuh
  • Kerusakan kulit akibat infeksi bakteri dan jamur
Diabetes akibat kehamilan dapat menimbulkan komplikasi pada ibu hamil dan bayi. Contoh komplikasi pada ibu hamil adalah preeklamsia. Sedangkan contoh komplikasi yang dapat muncul pada bayi adalah:
  • Kelebihan berat badan saat lahir.
  • Kelahiran prematur.
  • Gula darah rendah (hipoglikemia).
  • Keguguran.
  • Penyakit kuning.
  • Meningkatnya risiko menderita diabetes tipe 2 pada saat bayi sudah menjadi dewasa.

Pencegahan Diabetes

Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah karena pemicunya belum diketahui. Sedangkan, diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional dapat dicegah, yaitu dengan pola hidup sehat. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes, di antaranya adalah:
  • Mengatur frekuensi dan menu makanan menjadi lebih sehat.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Rutin berolahraga.
  • Rutin menjalani pengecekan gula darah, setidaknya sekali dalam setahun.