Wednesday, February 12, 2020

cara mengatasi diabetes




Diabetes memang bukan penyakit yang bisa disembuhkan. Namun bukan berarti Anda jadi merasa putus asa. Jika Anda memiliki diabetes, bukan berarti Anda tidak bisa lagi tertawa bersama teman-teman atau keluarga. Anda masih bisa menonton film di setiap hari minggu atau pergi ke suatu tempat yang menyenangkan tanpa rasa khawatir. Kuncinya hanya satu, Anda hanya perlu menjaga tingkat gula darah Anda. Apa yang bisa Anda lakukan sehari-hari untuk mengatasi diabetes? Anda akan tahu di artikel ini.


Bagaimana cara mengatasi diabetes Anda sehari-hari?
Awalnya mungkin akan terasa sulit ketika dokter mengatakan bahwa Anda memiliki diabetes. Anda akan merasa dipusingkan oleh pengobatan dan perawatan yang harus Anda lakukan agar gula darah Anda tetap normal.
Tenang saja, Anda tidak sendirian, ada keluarga, teman, tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan ahli gizi yang akan membantu Anda. Bawa satu atau dua anggota keluarga Anda ketika melakukan pemeriksaan secara berkala. Pastikan Anda memahami segala hal yang perlu Anda ketahui tentang perawatan yang bisa mengatasi diabetes Anda.


1. Makan makanan sehat
Sebenarnya, makanan Anda hampir sama dengan semua orang yang tidak memiliki diabetes. Bedanya, makanan Anda lebih diatur dari mereka. Pola makan teratur yang sehat setiap harinya hampir sama dengan terapi nutrisi medis.
Makan makanan sehat ini dimaksudkan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi, rendah lemak dan kalori sehingga bisa mengontrol kadar gula darah Anda. Seperti apa makanan yang harus Anda makan sehari-hari untuk mengatasi diabetes?
·       Makanan yang terbuat dari biji-bijian utuh atau karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang panggang, oatmeal, roti dan sereal dari biji-bijian utuh.
·       Ganti gula Anda dengan pemanis rendah kalori dan mengandung kromium untuk meningkatkan fungsi insulin dalam tubuh, sehingga membantu diabetesi dalam mengontrol gula darah.
·       Daging tanpa lemak yang dikukus, direbus, dipanggang, dan dibakar.
·       Sayur-sayuran yang diproses dengan cara direbus, dikukus, dipanggang atau dikonsumsi mentah. Sayuran yang baik dikonsumsi untuk penderita diabetes di antaranya brokoli dan bayam.
·       Buah-buahan segar. Jika Anda ingin menjadikannya jus, sebaiknya jangan ditambah gula.
·       Kacang-kacangan, termasuk kacang kedelai dalam bentuk tahu yang dikukus, dimasak untuk sup dan ditumis.
·       Popcorn tawar.
·       Produk olahan susu rendah lemak dan telur.
·       Ikan seperti tuna, salmon, sarden dan makarel.



Lalu apa keuntungan untuk diabetesi mengikuti pola makan makanan sehat yang teratur?
Anda bisa menjaga berat badan, menjaga kadar gula darah tetap normal, dan mencegah penyakit jantung yang rentan pada pasien diabetes, terlebih lagi cara ini bisa mengatasi diabetes Anda.
Tips jika Anda menggunakan insulin
·       Suntikan insulin Anda.
·       Makanlah jumlah makanan yang sama setiap hari pada waktu yang hampir bersamaan.
·       Jangan melewatkan waktu makan, terutama jika Anda sudah menerima suntikan insulin. Jika Anda melewatkannya, kadar gula darah Anda akan turun.
Tips jika Anda tidak menggunakan insulin
·       Patuhi pola makan yang diberikan.
·       Jangan melewatkan waktu makan, terutama jika Anda mengonsumsi obat hipoglikemik oral (OHO) diabetes. Jika Anda melewatkannya, kadar gula darah Anda akan turun.
·       Melewatkan waktu makanan bisa membuat Anda makan terlalu banyak pada jam berikutnya dan bisa menyebabkan kadar gula darah Anda turun.


2. Olahraga teratur
Mungkin Anda sudah terlalu sering mendengar dan bahkan merasa bosan jika olahraga baik untuk kesehatan Anda.  Namun, Anda memang tidak boleh meremehkannya, manfaat olahraga teratur untuk diabetesi adalah membantu menjaga berat badan turun, insulin bisa lebih mudah menurunkan gula darah, membantu jantung dan paru-paru bekerja lebih baik dan memberi Anda lebih banyak energi. Cara sederhana ini bisa mengatasi diabetes Anda.
Tidak usah yang terlalu berat Anda bisa mulai berjalan, berenang, bersepeda didekat rumah Anda, mengikuti kelas tari, rajin membersihkan rumah, atau mulai hobi berkebun adalah ide bagus supaya Anda tetap aktif bergerak.
Cobalah berolahraga minimal tiga kali seminggu selama sekitar 30 sampai 45 menit. Jika Anda adalah tipe orang yang jarang olahraga, cobalah 5 sampai 10 menit pada awal olahraga, dari sini nanti Anda bisa meningkatkan waktunya.
Jika kadar gula darah Anda kurang dari 100-120, makanlah apel atau segelas susu sebelum Anda berolahraga. Saat Anda sedang berolahraga, bawalah makanan ringan agar gula darah Anda tidak turun.
Tips jika Anda menggunakan insulin
·       Berolahraga setelah makan, bukan sebelum makan.
·       Tes gula darah Anda sebelum, selama, dan sesudah olahraga. Jangan berolahraga bila kadar gula darah Anda rendah, kurang dari 70.
·       Hindari berolahraga sebelum tidur karena bisa menyebabkan gula darah Anda turun di malam hari.
Tips jika Anda tidak menggunakan insulin
·       Temui dokter Anda, jika Anda berniat untuk ikut kelas fitness atau program latihan olahraga.
·       Tes gula darah Anda sebelum dan sesudah berolahraga jika Anda mengonsumsi obat diabetes. Pastikan Anda gula darah tidak lebih rendah dari 70.


3. Tes gula darah Anda setiap hari
Pemantauan kadar gula darah secara rutin adalah cara utama untuk mengatasi diabetes dan menjaga kadar gula darah Anda tetap normal. Pemeriksaan ini akan memberitahu Anda kadar glukosa darah Anda secara real time atau saat itu juga. Sebaiknya Anda memang memiliki alat untuk memeriksa kadar gula darah di rumah.
Anda bisa menggunakan alat tes gula darah yang disebut glukometer. Berikut petunjuk cara pemakaiannya:


1.       Setelah mencuci tangan, masukkan test strip ke alat ukur gula darah.
2.       Tusuk ujung jari dengan jarum yang disediakan agar mengeluarkan darah.
3.       Remas atau pijat jari sampai keluar darah (ukuran sampel darah yang diperlukan berbeda-beda tergantung alat ukurnya).
4.       Pegang dan tahan ujung test strip sampai darah menetes pada test strip, dan tunggu hasilnya.
5.       Kadar glukosa darah akan muncul di layar alat ukur.


Tingkat gula darah pada tubuh mengalami perubahan, terutama sebelum dan setelah makan. Tingkat gula darah normal sebelum makan 70-130 mg/dL, sedangkan setelah delapan jam puasa seharusnya kurang dari 100 mg/dL. Kemudian, tingkat gula darah dua jam setelah makan seharusnya kurang dari 180 mg/dL dan menjelang tidur berkisar 100-140 mg/dL.
Jumlah kadar gula darah dapat menggambarkan kondisi kesehatan Anda. Kadar gula darah tinggi dianggap sebagai pertanda bahwa kondisi tubuh Anda sedang tidak sehat. Catat kadar gula darah setiap kali Anda memeriksa kadar gula darah.


4. Pastikan Anda selalu minum obat atau suntik insulin
Meski diabetes tidak bisa disembuhkan, pendeteksian sejak dini memungkinkan kadar gula darah penderita diabetes bisa dikendalikan. Tujuan pengobatan diabetes adalah untuk mengatasi diabetes, memertahankan keseimbangan kadar gula darah dan meminimalisasi risiko komplikasi.
Obat-obatan yang tepat untuk mengatasi Diabetes Tipe 2
Keseimbangan kadar gula darah pada diabetes terkadang tidak bisa terjaga dengan baik hanya melalui penerapan pola makan sehat dan olahraga teratur. Anda juga mungkin membutuhkan obat-obatan untuk menanganinya.
Ada beberapa jenis obat (biasanya dalam bentuk tablet) yang dapat digunakan untuk diabetes tipe 2 (obat hipoglikemik oral). Anda juga mungkin diberikan kombinasi dari dua jenis obat atau lebih untuk mengendalikan kadar gula darah Anda. Obat yang biasa diberikan adalah metformin, sulfonilurea, pioglitazone, gliptin, agonis, acarbose, nateglinide dan repaglinide
Terapi insulin sebagai pendamping obat-obatan lain
Obat-obatan dalam bentuk tablet mungkin akan kurang efektif untuk mengobati diabetes, sehingga Anda membutuhkan terapi insulin. Berdasarkan dosis dan cara pemakaiannya, terapi ini dapat diberikan untuk menggantikan atau diberikan bersamaan dengan obat-obatan.


Tuesday, February 4, 2020

Gejala Awal Diabetes


Gejala Awal DiabetesTangan Kesemutan



Meski terlihat sepele, namun tangan kesemutan yang terjadi dalam waktu yang lama bisa disebabkan oleh beberapa kondisi medis. Selain berbagai penyakit yang merusak saraf, kesemutan yang terjadi dalam waktu lama bisa juga diakibatkan oleh cedera atau efek samping pengobatan tertentu.
Kesemutan pada tangan yang berlangsung sementara biasanya disebabkan oleh adanya tekanan pada tangan. Dengan menghilangkan tekanan tersebut, kesemutan berangsur hilang. Namun, jika kesemutan tidak kunjung hilang, maka hal pertama yang wajib dilakukan adalah mengetahui penyebabnya. Tanpa mengobati penyebab utama, sulit untuk menghilangkan gangguan ini.

Beragam Penyebab Tangan Kesemutan
Untuk memudahkan upaya Anda, beberapa kondisi berikut mungkin menjadi akar dari munculnya kesemutan di tangan:

Carpal tunnel syndrome (CTS)
Salah satu penyebab tangan kesemutan kronis adalah 
carpal tunnel syndrome atau sindrom terowongan karpal. Kondisi ini merupakan salah satu jenis kerusakan saraf yang disebabkan oleh tekanan berulang dan iritasi saraf medianus pada tangan. Salah satu cirinya adalah tangan kesemutan (terutama pada malam hari), pergelangan tangan sakit, lemah atau tidak ada kekuatan saat menggenggam barang, atau gangguan koordinasi tangan.Penyakit ini bisa terjadi karena trauma akibat pekerjaan yang dilakukan secara terus-menerus. Beberapa orang yang berisiko mengalami kondisi ini adalah mereka yang sering bekerja dengan menggunakan tangan untuk mengetik, menulis, atau mengepak barang.

Rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis pada tangan dapat menimbulkan gejala-gejala CTS, termasuk kesemutan pada tangan dan pergelangan tangan. Sensasi tangan kesemutan ini biasanya kian mengganggu terutama di malam tiba.Gejala lain yang timbul dari rheumatoid arthritis di tangan adalah sendi tangan dan jari-jari yang terasa hangat, bentuk sendi tampak cacat, serta nyeri atau kekakuan saat bangun tidur yang berlangsung lebih dari satu jam.

Diabetes
Tangan kesemutan kronis juga bisa terjadi jika pembuluh darah kecil terganggu. Jika yang rusak adalah pembuluh darah yang memasok saraf di jari tangan, Anda bisa merasa kesemutan, sakit, atau mati rasa. Hal ini dapat menimpa para penderita 
diabetes. Kondisi ini dapat menyebabkan tangan mati rasa, sehingga seseorang bisa mengalami luka tanpa rasa sakit. Seperti diketahui, luka pada penderita diabetes susah sembuh dan bisa berkembang menjadi gangren.

Kerusakan saraf
Tangan kesemutan bisa juga disebabkan oleh 
kerusakan saraf. Penyebab kerusakan saraf pada tangan bisa terjadi karena infeksi, cedera, atau penggunaan tangan secara berlebihan. Misalnya jika seseorang dalam pekerjaannya secara teratur mengoperasikan mesin yang bergetar, maka tangannya akan mengalami kerusakan saraf dan mengakibatkan kesemutan. Keadaan ini biasa disebut dengan ‘sindrom getaran tangan dan lengan’.Kesemutan dalam jangka panjang bisa juga disebabkan oleh penyakit yang menyebabkan kerusakan sistem saraf yang tidak hanya berada di tangan. Akibat rusaknya sistem saraf, maka pada area saraf tersebut bisa mengalami kesemutan. Penyakit yang memiliki potensi demikian adalah stroke, multiple sclerosis, dan tumor otak. Meski kondisi ini serius, namun kasusnya jarang terjadi dan biasanya gejalanya bukan hanya kesemutan semata.
Meski tangan kesemutan sekilas tampak wajar, namun kondisi ini bisa jadi gejala penyakit tertentu. Jika tangan kesemutan disertai dengan ruam, pusing, dan kejang otot, segeralah konsultasikan dengan dokter. Dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi yang mendasarinya.

Penyebab Tangan Kesemutan! waspada


Penyebab Tangan Kesemutan


Meski terlihat sepele, namun tangan kesemutan yang terjadi dalam waktu yang lama bisa disebabkan oleh beberapa kondisi medis. Selain berbagai penyakit yang merusak saraf, kesemutan yang terjadi dalam waktu lama bisa juga diakibatkan oleh cedera atau efek samping pengobatan tertentu.
Kesemutan pada tangan yang berlangsung sementara biasanya disebabkan oleh adanya tekanan pada tangan. Dengan menghilangkan tekanan tersebut, kesemutan berangsur hilang. Namun, jika kesemutan tidak kunjung hilang, maka hal pertama yang wajib dilakukan adalah mengetahui penyebabnya. Tanpa mengobati penyebab utama, sulit untuk menghilangkan gangguan ini.

Beragam Penyebab Tangan Kesemutan
Untuk memudahkan upaya Anda, beberapa kondisi berikut mungkin menjadi akar dari munculnya kesemutan di tangan:

Carpal tunnel syndrome (CTS)
Salah satu penyebab tangan kesemutan kronis adalah 
carpal tunnel syndrome atau sindrom terowongan karpal. Kondisi ini merupakan salah satu jenis kerusakan saraf yang disebabkan oleh tekanan berulang dan iritasi saraf medianus pada tangan. Salah satu cirinya adalah tangan kesemutan (terutama pada malam hari), pergelangan tangan sakit, lemah atau tidak ada kekuatan saat menggenggam barang, atau gangguan koordinasi tangan.Penyakit ini bisa terjadi karena trauma akibat pekerjaan yang dilakukan secara terus-menerus. Beberapa orang yang berisiko mengalami kondisi ini adalah mereka yang sering bekerja dengan menggunakan tangan untuk mengetik, menulis, atau mengepak barang.

Rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis pada tangan dapat menimbulkan gejala-gejala CTS, termasuk kesemutan pada tangan dan pergelangan tangan. Sensasi tangan kesemutan ini biasanya kian mengganggu terutama di malam tiba.Gejala lain yang timbul dari rheumatoid arthritis di tangan adalah sendi tangan dan jari-jari yang terasa hangat, bentuk sendi tampak cacat, serta nyeri atau kekakuan saat bangun tidur yang berlangsung lebih dari satu jam.

Diabetes
Tangan kesemutan kronis juga bisa terjadi jika pembuluh darah kecil terganggu. Jika yang rusak adalah pembuluh darah yang memasok saraf di jari tangan, Anda bisa merasa kesemutan, sakit, atau mati rasa. Hal ini dapat menimpa para penderita 
diabetes. Kondisi ini dapat menyebabkan tangan mati rasa, sehingga seseorang bisa mengalami luka tanpa rasa sakit. Seperti diketahui, luka pada penderita diabetes susah sembuh dan bisa berkembang menjadi gangren.

Kerusakan saraf
Tangan kesemutan bisa juga disebabkan oleh 
kerusakan saraf. Penyebab kerusakan saraf pada tangan bisa terjadi karena infeksi, cedera, atau penggunaan tangan secara berlebihan. Misalnya jika seseorang dalam pekerjaannya secara teratur mengoperasikan mesin yang bergetar, maka tangannya akan mengalami kerusakan saraf dan mengakibatkan kesemutan. Keadaan ini biasa disebut dengan ‘sindrom getaran tangan dan lengan’.Kesemutan dalam jangka panjang bisa juga disebabkan oleh penyakit yang menyebabkan kerusakan sistem saraf yang tidak hanya berada di tangan. Akibat rusaknya sistem saraf, maka pada area saraf tersebut bisa mengalami kesemutan. Penyakit yang memiliki potensi demikian adalah stroke, multiple sclerosis, dan tumor otak. Meski kondisi ini serius, namun kasusnya jarang terjadi dan biasanya gejalanya bukan hanya kesemutan semata.
Meski tangan kesemutan sekilas tampak wajar, namun kondisi ini bisa jadi gejala penyakit tertentu. Jika tangan kesemutan disertai dengan ruam, pusing, dan kejang otot, segeralah konsultasikan dengan dokter. Dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi yang mendasarinya.